GNOSTIK DISETIAP ZAMAN


Bagaimana Perkembangan Berita Hoax dan Gnostik dari masa ke masa ??




Zaman penciptaan  ( 
Perjanjian Lama ) :

Iblis menghasut manusia supaya manusia memakan buah larangan yang ada ditengah Taman Eden

Efeknya : 

Manusia jatuh kedalam dosa dan diusir dari Taman Eden serta mengalami penderitaan

Zaman Kerasulan ( Perjanjian Baru ) :

Kelompok Gnostik berusaha memberikan berita hoax melalui ajarannya supaya jemaat yang ada di Asia Kecil tidak lagi mengimani ajaran tentang Yesus, karena menurut gnostik bahwa kedatangan Yesus kedua kali ( Parousia ) tidak masuk akal

Efeknya :

Tak sedikit jemaat yang mengalami kebimbangan dan keraguan terhadap pengajaran yang mereka terima selama ini. Tetapi Rasul Petrus memberi kesaksian tentang apa yang dia lihat dan alami secara langsung ketika bersama-sama dengan Yesus

Zaman Modern (Sekarang) :

Berita hoax datang dari dalam gereja yakni dari pendeta itu sendiri. GPKB ya gereja yang 10 tahun silam terbagi menjadi dua sinode yakni Majelis Pusat GPKB dan sinode SekBer Perubahan GPKB. Meskipun mendadak dan hasil manuver politik yang ketika itu pimpinan Majelis Pusat telah diberhentikan atas rekomendasi 2/3 dari gereja GPKB diseluruh Indonesia terkait pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan tapi akhirnya bermanuver mendadak berdamai dengan pihak sinode SekBer Perubahan GPKB sehingga pada tanggal 22 Agustus 2020 menandatangani kesepakatan berdamai meskipun tujuan perdamaian itu adalah untuk tidak melibatkan seluruh pendeta GPKB. Beberapa pendeta yang tidak mereka sukai tersebut tidak dilibatkan, tidak hanya itu saja tetapi mereka diberhentikan berkali-kali bahkan dipensiun dinikan, mendadak memutus hubungan gereja dengan instansi pendidikan agama dengan tujuan supaya pendeta GPKB yang terlibat dalam civitas akademik (tenaga pengajar) menjadi sengsara. Tidak sampai disitu, melabeli mereka dengan pendeta makar dan ilegal juga mereka sampaikan dengan tujuan supaya tidak ada lagi jemaat yang mau percaya dengan mereka.

Sehingga perdamaian yang disepakati di tahun 2020 adalah HOAX dan menyesatkan karena nyatanya GPKB di tahun 2021 kembali terbagi dua sinode yaitu Sinode Muara Sumatera utara dan sinode Palembang Sumatera selatan

Efeknya :

Jemaat terpecah belah, terjadi keributan pada saat ibadah, jemaat tidak lagi disuguhkan spritualitas tetapi manuver dendam politik yang melahirkan politik balas dendam


Kesimpulan :

Dari zaman ke zaman iblis selalu menjelma dengan wajah adaptif artinya disetiap zaman memiliki gnostisisme yang bertujuan menyengsarakan umat Tuhan.

Jika di zaman Kerasulan memiliki tantangan dari luar gereja maka zaman sekarang gereja memiliki tantangan yang datang dari dalam gereja itu sendiri yaitu PENDETA. Mereka akrab dengan alkitab dan sepertinya tidak terpisahkan dari bahasa bahasa rohani serta aksesoris rohaninya tetapi dengan itu mereka jadikan alat dan tameng untuk memecahbelah jemaat sehingga tak sedikit yang memilih meninggalkan GPKB karena KASIH dan DAMAI yang selalu dikhotbahkan oleh pendeta berbanding terbalik dengan kenyataan seolah dendam kudus menjadi alasan untuk tetap memelihara perpecahan di gereja.

Insan teolog yang dulunya berwibawa, pintar dan memiliki visi yang indah bagi gereja mendadak menjadi penjilat, pecundang dan budak dari pimpinannya setelah kepadanya diberikan SK pendeta.

Inilah tantangan gereja saat ini, semoga ada anak sekolah minggu terpanggil untuk mencerahkan dan mengingatkan para pendeta bahwa pohon yang beratapkan langit, berdindingkan angin akan menjadi kokoh ketika berakar ditanah yang kuat sebagai dasar (haojahanna)

Sehingga ketika pohon tersebut todak lagi beridiri diatas dasar (haojahanna) maka pohon itu akan menjadi layu, mengkerdil lalu mati. Demikian juga dengan GPKB, jika dasar kebergerejaan adalah kompromi atas kepentingan dendam politik yang melahirkan politik balas dendam maka yakinlah GPKB akan layu, mengerdil dan mati atau tutup.

Karena saya tidak mengkehendaki hal tersebut sehingga saya akan kritik pendeta dan perlahan membukakan mata para jemaat supaya cerdas bergereja karena tujuan gereja adalah mencerdaskan warganya bukan justru menjadikan mereka alat dan tameng politik dari para pendeta brengsek


Sekian

Kristofel dBm sianipar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TULISAN TERBUKA 10 JULI

SIKAP KITA TERHADAP PERPECAHAN GPKB JILID I HINGGA JILID II

KETIKA ADVENT – NATAL HANYA SEKEDAR LATAH LATAHAN DI GPKB