KETIKA ADVENT – NATAL HANYA SEKEDAR LATAH LATAHAN DI GPKB

 KETIKA ADVENT – NATAL

HANYA SEKEDAR LATAH LATAHAN DI GPKB




Dilema GPKB saat ini adalah :

Ketika kelompok yang memegang legal formal tapi antipati bahkan takut duduk bersama dengan mereka yang dituduh MAKAR.

Lalu jika di masa-masa peringatan Advent dan Natal saja kita masih  mengeraskan hati dengan stereotipe "hami do na sintong" lalu tahu apa kalian soal Makna Advent dan Natal itu sendiri ?

Bukan kah dengan peringatan peristiwa Kelahiran-Nya mengingatkan kita bahwa Dia yang Mulia dan dimuliakan merendahkan diri agar kita setara dengan kemanusiaannya, lalu kenapa anda menjadi Tuhan ?

Karena jubah hitam mu?

Karena sebutan Ephorus & sekjend yang disematkan kepada mu?

Karena surat Kemenhumkam ditangan mu?

Karena surat pengakuan lembaga persekutuan ada di arsip mu?


Bulshit, dasar bulshit !!

Boha ma baenonmu patupa Hamajuan ditonga ni huria GPKB molo sai pasiding-siding ho sian pintu ni hasadaon.

Boha muse ma baenonmu patupahon GPKB emas 100 tahun molo sai manghohom ho paihut-ihut pimpinan na maneanhon hasesega.

Jangan kita anggap bahwa natal itu sekedar rangkaian acara kebaktian yang di desain berkaitan dengan kelahiran-Nya. Karena Natal  sudah berubah wajah dari wajah aslinya.

Natal tidak lagi milik eksklusif orang percaya tetapi menjadi milik umum, Akibatnya hakikat Natal mudah sekali dikaburkan.

Natal sejati justru ingin menghadirkan kehidupan dan kedamaian bukan antipati, ketakutan dan perpecahan.

Saya senang ketika inisiasi Natal Bersama GPKB se Jabodetabek di publikasikan. Berharap para pendeta di wilayah Jakarta tersebut bisa duduk bersama. Tak mungkin langsung tanda tangan perdamaian namun setidaknya dengan langkah itu sebagai awal terbukanya kembali saluran komunikasi yang tersumbat atau yang sengaja di sumbat.

Namun, fakta berkata lain. Tak sedikit yang antipati dan cari alasan pembenaran. Sebagai indikasi betapa hirarki perpecahan itu telah dibangun dengan begitu tinggi bahkan lebih tinggi dari gedung gereja.

Mau jadi apa GPKB ditangan para bajingan berjubah yang sengaja memelihara perpecahan hingga mengorbankan jemaat.

Kalian tak sadar bahwa konflik dan perpecahan GPKB di mulai dari wilayah Jakarta ?

Sampai kapan kalian di cap sebagai pandita sibolga (sibola gareja) ?


Katanya anda pimpinan pusat yang sah,

Katanya anda pendeta dari sinode yang sah.

Sah diatas kertas saja?

Kalau  begitu apa beda nya dengan ayat alkitab dan acara natal yang semua orang bisa saja mendapatkan nya tapi tidak dengan aktualisasinya.

Malum ya hamba


Ditulis : Kristofel dBm Sianipar | 10 Nov 2023




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TULISAN TERBUKA 10 JULI

SIKAP KITA TERHADAP PERPECAHAN GPKB JILID I HINGGA JILID II