PENDETA YANG KEHILANGAN TUHAN
Dulu pendeta dikenal sangat dekat dengan Kasih, Pemaaf, Pemurah
Kini pendeta sangat dekat dengan Kebencian, Egois, dan Merasa Benar
Dulu, org meninggalkan berhala karena Pendeta menegaskan ajaran dan substansi dari Hukum Taurat Ke II
Kini, pendeta kembali membawa berhala baru yaitu jabatan, uang dan menjadikan lembaga formil sebagai Tuhan
Dulu, pendeta sebagai penuntun bagi setiap warga gereja untuk mencari Wajah Tuhan
Sekarang pendeta justru menuntut warga gereja untuk mencari muka dihadapan pimpinan alias penjilat
...
Esensi dari tugas panggilan pendeta telah buram. Kependetaan kini hanya tinggal sebagai pekerjaan dan mata pencaharian belaka atau sebagai pelaku bisnis berbasis rohani, Karena semua yg berbau rohani telah didewadewakan, tak perlu dianggap salah. Pendeta telah menjadi tren dan pelarian karena tak tahu lagi harus mengerjakan apa dan menjadi apa.
Warga gereja tak sedikit telah mempertuhankan pendeta, sementara Tuhan itu telah dikesampingkan. Melalui pendeta, gereja telah berubah menjadi partai politik yaitu kebenaran kelompok dari mayoritas pendukung untuk memperoleh kekuasaan atau jabatan.
Tanpa disadari, pendeta sedang merusak reputasi Tuhan dan sedang mengubur Tuhan dibalik ayat ayat alkitab dan aturan yg dipermainkan.
Dulu pemimpin gereja dipilih berdasarkan kecerdasannya, yg paling cerdas diantara pendeta. Sekarang, pendeta paling bodoh pun yg tidak punya visi dan ilmu pengetahuan yg mumpuni untuk beradaptasi dgn kemajuan teknologi bisa jadi pemimpin atau pejabat di gereja.
Anda pasti menjawab ; gpp bodoh yg penting baik ðŸ¤itulah tradisi sehingga gereja selalu terkebelakang karena alibi tersebut sehingga tak sedikit yg selalu berusaha menunjukkan dirinya orang baik, saleh melalui pakai aksesoris rohaninya sedemikian rupa.
Sebenarnya Kependetaan itu tidak berubah dan tidak salah dari dulu sampai sekarang. Tuhan pun tak pernah berubah, lalu yg berubah apa?Jawabnya adalah Pendetanya (oknum)
Ketika tugas Kependetaan itu diberikan kepada orang yg belum selesai dengan dirinya sendiri saat itulah dia akan merusak Tugas mulia tersebut dan menjadikannya hanya sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan perutnya.
Inilah autokritik yg harus saya tuliskan. Tentu tak sedikit yg akan jengkel dari kalangan pendeta meskipun hanya dalam hatinya saja hehe
Lalu yg gemar menjilat akan menuding saya dgn kalimat :
"jadi pendeta aja dulu baru mengkritik.....jgn iri karena yang bukan anak GPKB bisa jd pendeta" dan sebagainya
Saya lgsg muntah ketika mengetahui striope tersebut. Dalam hati saya berkata :
Anda fikir jadi pendeta sudah tolak ukur bijaksana dan sukses? Apalagi menjdi pendeta di gereja GPKB yg masih dlm konflik. Anda tak sadar anda hadir sebagai pewaris konflik struktural. Kau fkir dgn bs berdoa, bernyanyi, berkhotbah dan mendongeng lalu diberikan jubah supaya bisa menjajakan khotbah kemanamana itu tujuan kependetaan?
Yang tak tahu apa itu Teologi saja pun bisa jd pendeta, itu artinya org bodoh sekalipun bisa jd pendeta yg penting dia mau tunduk kepada yg memberikan tahbisan.
Jadi belum saatnya lgsg bereuforia berlebihan jika sebutan pendeta diberikan kepda org bodoh yg tak tahu untuk apa dia hadir ditengah gereja yg sedang tidak baik² saja. Masih banyak yg low profile yg memilih terbeban dgn tak ikut mewarisi konflik secara struktur yg pasti mereka tak makan dri uang persembahan gereja.
Kritik ini sengaja saya tulis supaya setiap pendeta yg sadar akan fenomena gereja berani menjadi benang merah sebagai wujud nyata mengembalikan tugas pendeta itu sebagai penuntun cinta kasih, pemaaf, dan pembawa damai karena sgt membahayakan bagi suatu gereja ketika Pendeta Telah Kehilangan Tuhan !!
...
Kristofel dBm sianipar | Safari Damai

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih anda telah mengunjungi blog saya
@Kristofel dBm sianipar